Surabaya — Di balik keberhasilan karya mahasiswa ITS melangkah ke kompetisi internasional, terdapat proses panjang yang dimulai dari riset, pengembangan, hingga persiapan yang dilakukan bersama. Bagi ITS Team Sapuangin dan Tim Barunastra ITS, dukungan dari IKOMA ITS menjadi salah satu bagian yang membantu mereka menjalani proses tersebut dan membawa hasil karya ke kancah internasional.
Pengalaman itu dibagikan oleh perwakilan kedua tim dalam kegiatan Temu Orang Tua Mahasiswa Baru ITS 2026 di Graha ITS, Surabaya, Sabtu (12/9). Di hadapan para orang tua mahasiswa, keduanya menceritakan bagaimana bantuan dan dukungan yang diterima turut menunjang perjalanan tim dalam mengembangkan riset serta mengikuti berbagai kompetisi.
Diwakili oleh Hanum, ITS Team Sapuangin merupakan tim riset mahasiswa ITS yang bergerak di bidang kendaraan hemat energi dan performa kendaraan. Saat ini, Sapuangin mengembangkan dua mobil, yakni Urban Concept untuk kompetisi Shell Eco-marathon dan Formula untuk kompetisi Formula Student.
Tahun ini, Sapuangin berkesempatan membawa mobil Urban ke Shell Eco-marathon di Qatar dan mobil Formula ke Formula Student Japan 2026. Kesempatan tersebut tidak terlepas dari proses panjang yang dijalani tim dalam mengembangkan kendaraan sekaligus menghadapi berbagai tantangan selama persiapan.
“Dari situ kami belajar untuk lebih disiplin, bekerja sama sebagai tim, dan terus melakukan improvement dari setiap proses yang kami jalani,” ujar Hanum.
Dalam proses tersebut, bantuan dana dan dukungan dari IKOMA turut membantu Sapuangin menjalankan riset dan pengembangan kedua mobil. Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian yang membantu tim mempersiapkan hasil riset untuk dibawa ke kompetisi internasional.
Perjalanan itu turut menghasilkan capaian bagi Sapuangin dalam Formula Student Japan 2026, dengan meraih Juara 2 Overall Rank ICV Class in SEA. Bagi Hanum, dukungan yang diberikan IKOMA tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan kepada mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi.
Dukungan dalam perjalanan riset dan kompetisi juga dirasakan oleh Tim Barunastra ITS, yang diwakili oleh Terrania. Tim riset di bawah naungan UKM Robotika ITS ini berfokus pada pengembangan kapal tanpa awak untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Mempersiapkan sebuah kapal hingga siap berkompetisi membutuhkan proses yang panjang, mulai dari riset, pembuatan dan pengembangan kapal, hingga pengujian yang dilakukan berulang kali. Dalam proses tersebut, IKOMA menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan kepada Barunastra untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Salah satu pengalaman terbaru dirasakan ketika Barunastra mengikuti International RoboBoat Competition di Florida, Amerika Serikat, pada Februari lalu. Dukungan IKOMA diberikan sejak proses persiapan hingga keberangkatan. Menurut Terrania, dukungan tersebut membantu memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk mengikuti kompetisi internasional, baik dari sisi teknis maupun kebutuhan tim selama persiapan dan keberangkatan.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Barunastra dengan meraih Grand Champion, setelah memperoleh juara pertama di dua kategori utama. Bagi Terrania, pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa dukungan yang diterima turut memberikan dampak bagi perjalanan Barunastra dalam membawa hasil riset ke kompetisi internasional.
“Dukungan tersebut bukan hanya membantu kami untuk bisa berkompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kami untuk membawa karya mahasiswa ITS dan menghasilkan prestasi di tingkat internasional,” ungkap Terrania.
Bagi Sapuangin maupun Barunastra, dukungan IKOMA memiliki arti yang lebih luas dari sekadar bantuan dalam memenuhi kebutuhan tim. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses yang memungkinkan mahasiswa terus mengembangkan karya, mengikuti kompetisi, dan membawa hasil kerja mereka ke tingkat internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Hanum dan Terrania turut menyampaikan terima kasih kepada IKOMA serta para orang tua mahasiswa ITS yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan. Bagi keduanya, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus berkarya dan menghasilkan prestasi yang dapat dibanggakan bersama.
Kisah Sapuangin dan Barunastra menjadi salah satu gambaran bagaimana dukungan kepada mahasiswa dapat mengikuti perjalanan mereka dari ruang riset hingga panggung kompetisi internasional. Melalui #IKOMAUntukMahasiswa, dukungan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari langkah mahasiswa ITS dalam berkarya dan membawa nama almamater ke tingkat yang lebih luas. (Jenama.co)