Bayucaraka ITS Harumkan Nama Indonesia, Raih Juara 3 Teknofest 2025 di Turki

Editor
3 menit baca
Copied!
Bayucaraka ITS Harumkan Nama Indonesia, Raih Juara 3 Teknofest 2025 di Turki

Surabaya — Tim robot terbang Bayucaraka dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang International UAV Competition pada Teknofest 2025 yang digelar di Kocaeli, Turki, Bayucaraka ITS berhasil meraih Juara 3 kategori Fixed Wing, bersaing dengan 131 tim dari berbagai negara di dunia.

Capaian ini menegaskan kekuatan inovasi dan daya saing sivitas akademika ITS di bidang teknologi kedirgantaraan global.

Teknofest sendiri merupakan salah satu kompetisi teknologi dan dirgantara paling bergengsi di dunia yang diselenggarakan oleh TUBITAK, lembaga sains dan teknologi nasional Turki. Pada edisi tahun ini, Bayucaraka ITS menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia yang berhasil lolos dan bertanding di dua kategori sekaligus, yakni Fixed Wing (FW) dan Free Mission (FM).

“Teknofest adalah ajang dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi. Bayucaraka ITS bersyukur dapat berpartisipasi dan meraih prestasi, terlebih karena kami menjadi satu-satunya tim Indonesia yang lolos di dua kategori,” ujar Aldinata Rizky Revanda, S.Kom., M.Kom, Koordinator Tim Bayucaraka ITS.

Pada kategori Fixed Wing, Bayucaraka ITS menampilkan pesawat tanpa awak bernama Leonardoro. Pesawat ini diuji melalui tantangan penerbangan membentuk pola angka delapan sebanyak dua kali serta kemampuan menjatuhkan muatan secara presisi ke target yang telah ditentukan.

Di tengah ketatnya persaingan, Leonardoro tampil konsisten dan unggul hingga mengantarkan Bayucaraka ITS meraih peringkat ketiga, mengungguli puluhan tim dari berbagai negara.

“Keunggulan Leonardoro terletak pada bobotnya yang ringan namun tetap mampu membawa muatan berat. Hal ini memberikan performa lebih optimal dibandingkan pesawat kompetitor yang banyak menggunakan material berat seperti polimer,” jelas Aldinata.

Selain Fixed Wing, Bayucaraka ITS juga berkompetisi pada kategori Free Mission, yang menantang tim untuk menunjukkan tingkat kemandirian tinggi dalam pembuatan pesawat. Pada kategori ini, peserta diwajibkan merancang dan memproduksi berbagai komponen pesawat—mulai dari motor, baling-baling, hingga struktur bodi—tanpa ketergantungan pada komponen impor.

Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga pada adaptasi tim terhadap kondisi lingkungan dan cuaca di lokasi kompetisi.

“Tim harus sigap menghadapi hembusan angin yang cukup kuat di area perlombaan. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap daya tahan mesin, namun strategi dan kerja sama tim terbukti efektif,” ungkap Aldinata.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS serta Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) ITS yang secara konsisten mendampingi dan memotivasi tim selama proses persiapan hingga kompetisi.

Sepanjang tahun 2025, Bayucaraka ITS juga telah mencatat prestasi internasional lainnya, termasuk di ajang SAFMC Singapore 2025, dan akan kembali berlaga pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025.

Lebih dari sekadar kemenangan, prestasi Bayucaraka ITS di Teknofest 2025 sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9, yakni penguatan industri, inovasi, dan infrastruktur. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa ITS dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan berkelas dunia.


Bagikan kegiatan ini
Copied!

Kegiatan Terbaru