Enam Kali Juara Dunia, Barunastra ITS Tegaskan Dominasi Robotika Maritim di Panggung Internasional

Editor
3 menit baca
Copied!
Enam Kali Juara Dunia, Barunastra ITS Tegaskan Dominasi Robotika Maritim di Panggung Internasional

Surabaya — Konsistensi prestasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di tingkat global kembali dibuktikan melalui capaian gemilang Tim Barunastra ITS, yang untuk keenam kalinya berhasil meraih gelar juara dunia pada ajang International Roboboat Competition (IRC) 2025 di Florida, Amerika Serikat. Prestasi ini semakin mengukuhkan Barunastra ITS sebagai salah satu tim robotika maritim terbaik dunia dengan performa yang terjaga secara berkelanjutan.

International Roboboat Competition merupakan kompetisi robotika maritim internasional bergengsi yang mempertemukan tim-tim unggulan dari berbagai universitas ternama dunia. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk merancang serta mengoperasikan kapal robot otonom yang mampu menjalankan misi kompleks di perairan terbuka, mulai dari navigasi otomatis, pengenalan objek, hingga simulasi pemantauan lingkungan laut.

Pada IRC 2025, Tim Barunastra ITS berhasil meraih Juara 1 kategori Autonomy Challenge, kategori utama yang menilai kemampuan kapal robot beroperasi secara mandiri tanpa intervensi manusia. Keberhasilan ini menjadi bukti keunggulan sistem otonom yang dikembangkan mahasiswa ITS dalam menghadapi tantangan nyata di lingkungan perairan terbuka.

Tidak hanya itu, Barunastra ITS juga meraih peringkat kedua kategori Design Documentation, sebuah penghargaan yang menilai kualitas desain sistem, inovasi teknologi, serta kelengkapan dokumentasi riset dan rekayasa. Prestasi ganda ini menunjukkan bahwa kekuatan Barunastra ITS tidak hanya terletak pada performa teknis di lintasan kompetisi, tetapi juga pada perencanaan, riset, dan konsep teknologi yang matang dan terukur.

Keberhasilan tersebut ditopang oleh pengembangan kapal robot otonom andalan yang dirancang menggunakan material ringan dengan sistem manuver responsif. Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang efisien memungkinkan kapal robot beradaptasi terhadap berbagai skenario tantangan. Proses pengembangan dilakukan melalui rangkaian riset, simulasi, serta pengujian intensif yang melibatkan kolaborasi mahasiswa lintas disiplin di ITS.

Enam kali meraih gelar juara dunia tentu bukan hasil instan. Seluruh anggota Tim Barunastra ITS menjalani proses persiapan panjang, mulai dari pengembangan sistem, evaluasi berkelanjutan, hingga latihan intensif untuk memastikan setiap komponen kapal robot berfungsi optimal. Dukungan dosen pembimbing, fasilitas laboratorium, serta ekosistem riset di ITS menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi prestasi tim di ajang internasional.

Lebih dari sekadar capaian kompetisi, prestasi Barunastra ITS juga berkontribusi pada pengembangan teknologi maritim berbasis sistem otonom, khususnya dalam bidang pemantauan lingkungan dan teknologi kelautan berkelanjutan. Inovasi yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan global terhadap solusi teknologi maritim yang efisien dan ramah lingkungan.

Dalam ekosistem pendukung prestasi mahasiswa, IKOMA ITS (Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITS) turut berperan penting melalui dukungan moral, kepercayaan, dan doa yang menguatkan perjalanan mahasiswa. Sinergi antara mahasiswa, kampus, dan orang tua menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan ruang tumbuh yang kondusif bagi lahirnya prestasi kelas dunia.

Enam kali menyabet gelar juara dunia menegaskan bahwa prestasi Tim Barunastra ITS bukanlah capaian sesaat, melainkan hasil dari budaya riset, inovasi, dan kerja keras yang dibangun secara konsisten. Ke depan, capaian ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa ITS lainnya untuk terus berkarya, berkompetisi, dan membawa nama ITS serta Indonesia semakin diperhitungkan di panggung teknologi global.(jenama.co)


Bagikan kegiatan ini
Copied!

Kegiatan Terbaru