Surabaya — Laboratorium Logistics and Supply Chain Management (LSCM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Petikemaz, sebuah media pembelajaran aplikatif berbasis living laboratory yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan langsung pengelolaan bisnis ritel dan rantai pasok secara nyata.
Petikemaz dikelola langsung oleh mahasiswa di bawah naungan Laboratorium LSCM ITS sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikan konsep logistik dan supply chain management dalam operasional ritel sehari-hari.
Salah satu penggerak utama Petikemaz adalah mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS yang bertugas sebagai Person in Charge (PIC) proyek. Mereka berperan aktif dalam merancang, mengelola, serta mengevaluasi seluruh proses bisnis ritel yang dijalankan.
“Petikemaz merupakan program dari Laboratorium LSCM yang kami kembangkan sebagai living laboratory, sehingga mahasiswa dapat belajar sekaligus mengimplementasikan pengetahuan yang telah dipelajari secara langsung,” ujar Fathan Turmandaruan, PIC Petikemaz.
Secara akademik, Petikemaz mendukung mata kuliah pilihan Retail Supply Chain Management, yang membahas pengelolaan rantai pasok bisnis ritel secara menyeluruh—mulai dari perencanaan logistik, pengelolaan persediaan, penataan produk, hingga strategi penjualan.
“Kami mempelajari bagaimana operasional toko ritel berjalan, mulai dari cara menjual produk, menata barang di rak, hingga mengatur proses restock dari sumber pasokan tertentu,” jelas Fathan.
Tidak hanya sebagai media pembelajaran, Petikemaz juga berfungsi sebagai simulasi bisnis ritel yang realistis. Mahasiswa dihadapkan pada tantangan nyata seperti manajemen stok yang efisien, pengambilan keputusan berbasis data, serta perumusan strategi penjualan yang adaptif. Pengalaman ini diharapkan mampu melatih kemampuan analisis, kepemimpinan, dan problem solving mahasiswa dalam konteks industri sesungguhnya.
Pengembangan Petikemaz sejalan dengan visi ITS dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi. Dukungan ekosistem kampus, termasuk dosen pembimbing, fasilitas laboratorium, serta sinergi dengan IKOMA ITS, turut memperkuat keberlanjutan program pembelajaran aplikatif ini.
Ke depan, Petikemaz diharapkan dapat terus berkembang melalui proses regenerasi asisten Laboratorium LSCM ITS. Keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam membangun budaya experiential learning di lingkungan kampus.
Selain itu, Petikemaz juga memiliki potensi pengembangan dari sisi produk dan konsep bisnis. Beberapa inisiatif yang telah dirintis antara lain pengembangan produk ritel seperti camilan sehat, free-stride, dan buah potong, sebagai upaya menghadirkan konsep ritel yang lebih beragam, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung jargon “Smart Retail Supply Chain Management Project”, Petikemaz diharapkan dapat menjadi media pembelajaran unggulan di ITS, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah Retail Supply Chain Management, sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang logistik dan ritel nasional.(jenama.co)