Sukses Kuliah Bukan Hanya Soal IPK, Tapi Juga Kesehatan Mental!

Editor
2 menit baca
Copied!
Sukses Kuliah Bukan Hanya Soal IPK, Tapi Juga Kesehatan Mental!

Surabaya – Kehidupan perkuliahan seringkali menjadi pengalaman yang penuh tantangan bagi mahasiswa. Selain dituntut untuk mencapai prestasi akademik, mahasiswa juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, mengikuti organisasi , mengelola waktu, hingga mempersiapkan diri  untuk dunia kerja. Di tengah berbagai tuntutan tersebut,  menjaga kesehatan mental menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan pencapaian akademik.

Stres akademik merupakan kondisi yang umum dialami mahasiswa. Tekanan dari tugas, ujian, tenggat waktu, hingga ekspektasi yang tinggi dapat memengaruhi kondisi emosional dan produktivitas, jika tidak dikelola dengan baik, stres yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi berkembang menjadi burnout atau kelelahan fisik dan mental yang dapat mengganggu  proses belajar.

Beberapa tanda stres akademik yang perlu diwaspadai antara lain sulit berkonsentrasi, mudah merasa lelah, kehilangan motivasi belajar, gangguan pola tidur, hingga munculnya rasa cemas yang berlebihan. Sementara itu, burnout sering ditandai dengan perasaan jenuh berkepanjangan, menurunnya semangat dalam menjalani aktivitas, serta kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya dapat dilakukan dengan baik.

Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengenali kondisi diri sejak dini dan tidak ragu mencari bantuan ketika merasa kewalahan. Menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik, organisasi, istirahat, dan kehidupan sosial dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan mental selama masa perkuliahan.

Sebagai institusi yang mendukung kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh, ITS bersama IKOMA ITS menyediakan berbagai layanan pendukung, salah satunya melalui Student Health Care Center (SHCC) ITS. Kehadiran SHCC menjadi bentuk komitmen ITS dalam mendukung kesehatan fisik maupun mental mahasiswa agar dapat menjalani proses belajar secara optimal.

Selain memanfaatkan layanan yang tersedia di kampus, dukungan dari keluarga juga memiliki peran yang sangat penting. Bagi orang tua, menjaga komunikasi yang terbuka dengan anak dapat membantu mendeteksi perubahan perilaku atau tanda-tanda stres yang mungkin sedang mereka alami. Dukungan emosional yang positif seringkali menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan selama masa studi.

Melalui lingkungan kampus yang suportif, dukungan keluarga, serta kesadaran untuk menjaga kesehatan mental, mahasiswa dapat menghadapi berbagai tantangan akademik dengan lebih baik. Sebab, kesuksesan di dunia perkuliahan tidak hanya ditentukan oleh nilai dan prestasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kesehatan diri, baik secara fisik maupun mental.  (Jenama.co)

Bagikan kegiatan ini
Copied!

Kegiatan Terbaru